Wednesday, August 30, 2017

Modul 4 : MKDU4111 - Pendidikan Kewarganegaraan

Modul 4 : MKDU4111 - Pendidikan Kewarganegaraan

MKDU4111 - PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN



RANGKUMAN

MODUL 4

Ketahanan Nasional Indonesia dalam Menghadapi Era Globalisasi




Kegiatan Belajar 1

Globalisasi Sebagai Tantangan

          Globalisasi adalah gejala menyatunya kehidupan manusia di dunia tanpa, mengenal batas - batas fisik - geografik dn sosial. Ia dipicu dan dipacu oleh kemajuan pesat dalam bidang teknologi yang dikenal dengan istilah Triple " T " Revolution, yaitu perkembangan kemajuan di sektor teknologi komunikasi informasi, transportasi dan trade ( liberalisasi perdagangan ).
          Terdapat empat jenis proses yang menyatukan kehidupan manusia, yaitu citra global, mal global, tempat kerja global, dan keuangan global.
          Globalisasi merupakan tantangan, dan menurut Champy, lingkungan yang mampu menghadapi tantangan masa depan itu yaitu lingkungan yang merangsang pemikiran majemuk. Lingkungan itu tidak mungkin lagi ditentukan oleh produsen, tetapi oleh suatu tim yang sadar akan tujuan yang dicapai dan peka terhadap keinginan konsumen. Untuk memenuhi selera pasar " konsumen " diperlukan manusia - manusia yang menguasai ilmu dan keterampilan tertentu serta menjalankan instruksi pimpinan dengan penuh tanggung jawab. Masyarakat masa depan merupakan masyarakat " meritokrasi ", yaitu masyarakat yang menghormati prestasi daripada statusnya dalam organisasi. Selain itu, lingkungan yang menghormati seseorang yang dapat menuntaskan pekerjaannya dan bukan berdasarkan kedudukannya di dalam organisasi.
          Akibat hubungan bisnis  ( perdagangan ) yang telah menyatukan kehidupan manusia maka timbul kesadaran yang lebih intern terhadap hak - hak dan kewajiban asasi manusia. Sejalan dengan itu, kehidupan demokrasi semakin marak dan manusia ingin menjauhkan diri dari berbagai bentuk penindasan, kesengsaraan, diktator dan perang. Oleh karena itu, liberalisasi dalam bidang ekonomi ini menuntut liberalisasi dalam bidang politik, di mana keduanya harus berjalan seiring dan saling menunjang.
          Manusia ingin hidup bersama, saling bantu, saling menguntungkan di dunia. Solidaritas umat manusia semakin kental dan semakin bersatu dan karena itu menuntut pula pendidikan yang lebih baik, derajat kesehatan yang lebih tinggi ( peningkatan kualitas sumber daya manusia ), penghapusan kemiskinan dan hidup barsama dalam suasana damai. Nilai - nilai positif dari globalisasi ( kesejagatan ) ini mempunyai dimensi - dimensi baru yang tidak dikenal sebelumnya seperti kriminalitas internasional, pembajakan dan terorisme internasional, penyakit baru yang dengan cepat menyebar ke seantero dunia. Transformasi ini berjalan dengan menghadapi tantangan sebagaimana dikatakan oleh John Naisbitt, globalisasi mengandung berbagai paradoks.
          Di satu pihak, ekonomi global menuju satu kesatuan, tetapi di pihak lain terjadi tren politik lahirnya ratusan negara baru. Dalam kaitan ini, apakah globalisasi itu akan menghilangkan nation state ( negara bangsa ) dan identitas bangsa. Buah pikiran Kenechi Ohmae dalam " Dunia tanpa batas " bukan dimaksudkan demikian. Apa yang dikemukakan terutama dalam bidang bisnis komunikasi dan informasi memang akan menebus batas - batas nation, tetapi tidak dengan sendirinya menghilangkan identitas suatu bangsa.
          Apabila kita mengenal bentuk - bentuk budaya yang terikat pada waktu dan pada tempat yang beraneka ragam dengan kekhasannya, kini dengan proses globalisasi menjadi ancaman. Kontak budaya tidak terelakkan akibat komunikasi yang semakin lancar. Terjadilah relativitas nilai budaya dan memungkinkan munculnya sinkretisme budaya yang sifatnya transnasional.
          Di sisi lain kita melihat akibat desploitasi sumber daya, gaya hidup yang konsumerisme, urbanisasi, dan pembangunan yang ekstensif dan intensif dengan segala eksesnya menjadi bencana bagi umat manusia dan makhluk hidup lainnya di planet bumi yang hanya satu ini.
          Di sisi lain kita melihat keterbatasan daya dukung planet bumi karena terbatasnya sumber daya alam dan jumlah penduduk yang terus bertambah secara eksponensial serta perusakan bumi oleh manusia itu sendiri. Melihat hal ini kita bisa berpandangan pesimis, namun ada juga yang berpandangan optimis karena pada dasarnya manusia dapat memecahkan masalahnya sendiri akibat dari kemampuan teknologi yang diciptakan.
          Dalam kondisi ini muncul gagasan yang optimis, yaitu hendaknya umat manusia membuat suatu " Kampung Global " ( global village ) tempat hidup manusia bersama - sama memecahkan masalahnya mengenai dunia yang makmur, damai dan sejahtera. Sejalan dengan itu gagasan pemerintahan global ( global government ) diutarakan karena kekhawatiran umat manusia atas bumi yang memerlukan pemeliharaan agar pembangunan dapat berkesinambungan ( sustainable development ).


Tes Formatif 1

Pilihlah :

A. Jika (1) dan (2) benar
B. Jika (1) dan (3) benar
C. Jika (2) dan (3) benar
D. Jika (1), (2), dan (3) benar

1. Dunia ini merupakan suatu pasar yang besar ( bazar global ). Indikator hal ini, yaitu ..... D
(1). menjamurnya mal - mal dengan produk luar negeri 
(2). berkeliarannya turis - turis Indonesia ke manca negara
(3). tersebarnya tekstil dan pakaian jadi Indonesia di kota - kota besar di dunia 

2. Di era globalisasi ini umat manusia dipersatukan. Jenis proses yang mempersatukan umat manusia, antara lain .....  D
(1). citra global
(2). mal global dan tempat kerja global
(3). keuangan global

3. Nilai - nilai positif globalisasi, mempunyai dimensi - dimensi baru yang negatif dan tidak pernah dikenal sebelumnya, yaitu ..... A
(1). kriminalitas dan pembajakan internasional
(2). meyebarnya penyakit baru dengan cepat di seantero dunia
(3). generasi muda Indonesia gemar Pizza, Wendy's, dan Marlboro

4. Akibat globalisasi di mana hubungan umat manusia yang semakin intens mempunyai dampak sampingan, seperti ..... B
(1). tumbuhnya kesadaran hak asasi manusia
(2). menjamurnya makanan asing di Indonesia
(3). demokratisasi dan kesadaran lingkungan hidup yang baik

5. Akibat eksploitasi sumber daya alam yang intensif, gaya hidup yang konsumerisme, dan kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipecahkan secara lokal karena berdampak negatif terhadap planet bumi secara keseluruhan maka muncul gagasan - gagasan global tentang ..... C
(1). global trading
(2). global village
(3). global government     


BERIKUTNYA :

- Modul 5 : MKDU4111 - Pendidikan Kewarganegaraan